Showing posts with label renyok. Show all posts
Showing posts with label renyok. Show all posts
July 21, 2011
June 29, 2011
kenyang
karanglah apa saja
jeritkan pada semua
tambahlah sakit perasa
moga kenyang kau dengan derita dia
sungguh, tak mengapa
dia yang merasa
cuma dia
June 7, 2011
seusai tiga, masih...
kalau boleh aku bekukan waktu
aku pilih petang kita distesen dulu
dengan senyum yang tak lekang
di iring benam matahari petang
berdiri aku sedada kamu
walau biasa, tapi aku rasa
sungguh.
Labels:
renyok
June 4, 2011
dia tahu
dalam setiap pandangan curi,
dia tahu.
dalam setiap hela nafas ini ,
dia tahu.
dalam setiap senyum mati,
dia tahu.
dalam setiap rindu yang membungkam,
dia tahu.
kau itu puisi cinta yang tak akan pernah jadi
dia tahu, dan dia simpan sendiri.
dia tahu.
dalam setiap hela nafas ini ,
dia tahu.
dalam setiap senyum mati,
dia tahu.
dalam setiap rindu yang membungkam,
dia tahu.
kau itu puisi cinta yang tak akan pernah jadi
dia tahu, dan dia simpan sendiri.
May 1, 2011
mei - kelabu
hampir aku kait baju buat kamu
buat memeluk kau saat perlu
buat menghangat rindu pada aku
buat ingatan pada kamu
yang aku selalu ada, walau kita jauh berbatu
tapi itu, pada mei yang lalu.
Labels:
renyok
April 2, 2011
sungguh, aku tak tipu
sungguh,aku tak mampu
jadi lari kau dari aku, selaju yang kau mampu
jangan kita suar di jalan
jangan kita bertukar senyuman
jangan kita lambai sapaan
jangan...
kerana bila terlihat kamu
aku hancur bak debu yang berterbangan
March 30, 2011
RENYOK
mungkin takdir kita hanya untuk saling bertukar senyum bila jumpa,
bukan untuk saling berkongsi rasa.
March 7, 2011
jangan sewenang bicara,kalau pemberat kau amarah didada.
mana mungkin aku bisa palsu ketawa,
kalau sungguh aku benar suka
mana terbit air jiwa,
kalau benar aku tak hiba
entah penyukat apa kau guna
untuk ukur apa yang aku sendiri rasa.
February 11, 2011
October 17, 2010
PENAT!
punya tekanan disana sini
kini saya tak mampu tahan lagi
mau jerit kuat-kuat
mau nagis puas-puas
maaf saya cuba yang termampu
untuk jadi anak yang baik buat ayah ibu
saya telah segala buku-buku
supaya mampu mencedok sedikit ilmu
saya pergi dari kamu
kerna tahu dia sangat kepingin dengan kamu
jadi apa lagi yang permpuan itu mahu?
kamu? sudah diberi
maki? maaf, mulut saya terlalu suci
cukuplah menggangu
saya penat
mahu berehat
jadi jangan dekat
kerna saya tak cukup kuat
Labels:
hidup,
renyok,
tali darah
Subscribe to:
Posts (Atom)
All texts in this blog belong to Specky, unless stated otherwise. Any unauthorized copying, broadcasting, publishing, distribution or alteration is strictly prohibited.